Negara Indonesia dalam Penegakan Hukum yang Berkeadilan
Isu utama keadilan dan Kepastian Hukum
- Hukum terasa tajam ke bawah, tumpul ke atas
- Ketimpangan perlakuan antara rakyat kecil dan elite
Contoh kasus Isu keadilan dan kepastian hukum
Kasus Ronald Tannur
-
Kasus Ronald Tannur
2023- Ditetapkan sebagai tersangka usai menganiaya kekasihnya saat bertengkar, hingga tewas di Lenmarc Mall (Dipukul kakinya, dipukul kepalanya dengan botol, dilindas mobil), Surabaya, Rabu 4/10/2023
- Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut Ronald 12 tahun penjara dan membayar resitusi kepada ahli waris Dini sebesar Rp 263 juta
- Ronald sempat divonis bebas dalam persidangan di PN Surabaya pada Rabu 24/7/2024
- Diketahui ada skandal suap, MA akhirnya menjatuhkan hukum 5 tahun penjara pada tingkat Kasasi
- Ibunda Ronald, Meirizka dianggap bersekongkol dengan pengacara (Lisa) untuk menyuap hakim PN Surabaya agar anaknya divonis bebas. (Diduga suap hakim Rp 3.5 milyar)
Ketidakpastian Hukumnya:
- Fakta bahwa suap dapat dilakukan
- Putusan antar tingkat peradilan yang tidak konsisten
Ketidakadilan:
- Kasus ini mencerminkan ketidakadilan karena ini tidak adil bagi orang yang tidak mempunyai uang, seolah-olah keadilan adalah komoditas yang dapat dibeli
- Hukuman yang dianggap tidak sebanding dengan Nyama yang hilang
-
Kasus Gunawan Sadbor
Mengambarkan timpangnnya keadilan bagi rakyat kecil dan bandar besar2024
Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Sukabumi menetapkan Gunawan Sadbor sebagai tersangka kasus promosi judi online.Polres Sukabumi menangkap Gunawan Sadbor pada Kamis 31 Oktober 2024
Masalah
Polisi dan hakim seolah “menggunakan kacamata kuda”, Hakim seharusnya memperhatikan fakta-fakta dan faktor-faktor yang lain secara keseluruhan, tidak hanya teks hukum saja, keadilan juga harus dipenuhi
Mengapa hal ini terjadi? Polisi ingin mencari jalan pintas/jalan tercepat)
