Ketahanan harus diupayakan dan harus ada strategi nasional bagaimana kita mempertahankan negara kita, jika tidak ada strategi untuk mempertahankan negara ini maka negara ini bisa hilang
Sesuatu yang mengancam negara —> harus ada solusi kemampuan ketahanan tentang exist
Upaya mempertahankan negara agar tidak hilang
- Warga Negara Asing tidak bisa memiliki tanah di negara Indonesia, dan perusahaan tidak bisa dimiliki 100% oleh asing, sahamnya harus lebih besar milik WNI
Pada zaman dulu, tambang di Indonesia dimiliki oleh negara AS & Australia
Ancaman internal:
- Upaya separatisme
Hal yang terjadi di media sosial, apalagi menjelang pemilu: Banyak sekali hoaks, tercipta kubu-kubu, penyebaran kebencian, ini adalah konflik vertikal
Jadi, bukan hanya konflik horizontal
Ketahanan apa yang diancam dengan adanya kubu-kubu itu?
- Hak Asasi Manusia (pihak oposisi ditekan)
- Politik, sosial budaya, ideologi terancam??
- Contoh kasus Jokowi: hoax 2019, hoax bahwa Jokowi adalah keturunan PKI
- Ideologi Agama —> partai yang menyatakan bahwa ideologi agama tertentu yang paling baik untuk negara ini, dapat mengancam ideologi pancasila. Tidak boleh dikatakan ideologi agama tertentu lebih baik dari ideologi pancasila sehingga digadang-gadang untuk menggantikan ideologi pancasila
Hoax menjadi ancaman serius bagai ketahanan negara
- SDM Indonesia belum maju —> cenderung tidak melakukan verifikasi berita
- Terjadinya polarisasi
- Bisa terjadi konflik antar keluarga karena politik, contoh: “keluarga Jokowi” & “keluarga Prabowo”, jadi, jangan mau dikendalikan oleh kepentingan politik orang lain, padahal kedua paslon itu juga berteman aslinya mah, jadi sebenarnya tidak ada alasan untuk kita bertengkar karena kepentingan politik mereka —> bukanlah suatu kepentingan yang harus diperjuangkan
Ketergantungan Impor bahan pangan mengancam ketahanan negara?
Ancamannya:
- Kita perlu melakukan koalisi dengan negara lain agar kita bisa mendapatkan bahan pangan itu karena kita bergantung —> menjadikan negara berada di bawah kontrol negara lain
- Ancamannya selain pangan itu sendiri, juga bisa ke arah politik
- Contoh: Kerja sama dengan Australia, di mana Indonesia butuh masukan modal, tetapi Australia minta dibuatkan undang-undang baru agar sekolah internasional bisa dibuka di Indonesia, padahal itu bukan prioritas dari negara Indonesia
Konflik Sumber Daya Alam, merupakan ancaman pertahanan negara?
Penguasaan sumber daya alam dapat menyerang pertahanan dalam bentuk perekonomian, kesejahteraan, dan keadilan sosial
- Tenaga Kerja —> Mengacu dari film “Pesta Babi”, pada akhirnya, pekerja di kebun kelapa sawit itu, karena bayarannya sangat sedikit, mereka seolah tidak bekerja
Tentang ancaman Budaya
Bagaimana dengan budaya Korea? bisa jadi ancaman bagi pertahanan Indonesia?
- Karena konsumtif, sosial budayanya (lebih suka tarian korea daripada lokal), secara berpakaian
- Mengapa mengancam?
- Hilangnya tarian tradisional karena hilangnya minat untuk melestarikannya
- Hilangnya pakaian tradisional karena minatnya yang hilang
- Dalam konteks makanan, mengapa mengancam?
- Yang biasanya dulu konsumsi makanan lokal, jadi lebih sering makan yang dari asing
Mengapa hal-hal itu mengancam? apakah negara ini akan hilang jika masyarakatnya misal masyarakat lebih suka makanan korea daripada makanan lokal?
Budaya itu akar suatu bangsa, budaya mempersatukan kita semua, berbangsa itu termasuk berbudaya, berbahasa juga berbudaya
Seperti dalam sumpah pemuda, karena kita ada kesamaan itu, makannya bisa terbentuk bangsa yang satu, Bangsa Indonesia
Jika kita kehilangan akar kita, kita akan mengenal diri kita sebagai orang apa? orang Indonesia atau orang Korea?
Banyak orang-orang Indonesia yang berada di negara internasional yang bahkan malah tidak bisa berbahasa Indonesia, jadi dia itu orang mana? orang Indonesia-kah? akarnya hilang! jika ia terus-menerus diperkenalkan budaya lain yang bukan dari Indonesia, tidak akan muncul rasa “rindu” atas budaya sendri.
Misalnya jika kita pernah mengenal Gudeg, maka saat kita berada di tempat lain/negara lain, kita akan merindukan itu (akar itu)
Tugas
Tonton & analisis film “Pesta Babi”